PARODI ZAMAN INI

Banyak orang tak risi memamerkan kekayaan, ditonton jutaan orang mengais sisa rezeki untuk bertahan hidup. Iklan-iklan yang menawarkan gaya hidup mewah bertebaran, ditonton orang-orang dengan perut lapar dan mata kosong.

Tuntutan masyarakat yang kehilangan hak hidup akibat kerusakan social-ekologis dan perampasan sumber daya menjadi parodi. Para pelaku, penguasa sumber daya (ekonomi dan politik), tak sulit mematut dalih untuk membalikkan posisi korban sebagai pelaku kekerasan.

Kemanusiaan menampakkan wajahnya saat terjadi bencana. Namun, tak sulit juga mengenarai solidaritas itu semu dan tersekat, bersifat karikatatif dan sangat sementara. Bahkan tak sedikit yang memanfaatkan untuk kepentingan politik, melalui umbul-umbul bernuansa keagamaan atau bendera berlambang partai.

Selama berabad-abad warga tak dididik belajar menghormati hidup, sebaliknya terus-menerus dipaksa belajar berlutut di hadapan kekerasan sekalipun dengan softpower untuk kemudian ikut memproduksi dan mereproduksi kekerasan.

Sejarah negeri ini mengenal kekerasan dalam spectrum luas, mulai dari amuk massa dan kekalapan tak terkendali (amok), sampai kekerasan pasif, seperti pepe, tindakan protes dengan menyakiti diri sendiri. Warga tidak pernah dididik secara sistematis untuk belajar bernegoisasi dengan kedudukan setara sehingga membuat wajah kekuasaan tampak rakus dan keji. Juga tak terlihat jejak pembelajaran tentang dampak kekerasa, seberapapun kejam dan luas sekalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: