Rahasia Hidayah

Kebahagiaan itu hanya bisa dicapai dan dinikmati oleh orang yang mengikuti satu sisi dari shiratul mustaqim (jalan yang lurus), sebagai peninggalan Rasulullah untuk kita, karena sisi yang satunya lagi berada di surga.

{Dan, pasti Kami akan tunjukkan mereka kepada jalan yang lurus.} (QS. An-Nisa : 68)

Kebahagiaan orang yang senantiasa berjalan di atas shiratul mustaqim adalah bahwa dia selalu merasa tenang dengan akhir yang baik dari setiap permasalahan yang dihadapinya, mereka yakin bahwa tempat kembalinya adalah tempat yang baik, percaya sepenuhnya pada janji Rabbnya, rela dengan qadha-Nya, dan mengendalikan langkahnya untuk tetap berada di jalan ini. Dia sadar bahwa ada seorang yang menunjukkan jalan ini, seorang yang makshum, tidak berbicara pada nafsu, tidak mengekor orang – orang yang menyimpang, yang ucapnnya adalah hujjah, yang terjaga dari keusilan syetan dan keteledoran manusia.

{Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah.} (QS. Ar-Ra’d : II)

Dalam penitiannya di jalan ini, hamba dimaksud akan mendapatkan kebahagiaan. Dia tahu bahwa dirinya memiliki Ila, di depannya ada suri teldan, ditangannya ada kitab suci, di dalam hatinya ada cahaya kebenaran, dan di dalam nuraninya ada pemberi nasehat. Dengan demikian ia menjadi sosok yang menuju kenikmatan, yang berbuat dalam ketaatan, dan yang berusaha kearah kebaikan.

{Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia member petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hambanya.} (QS. Al-An’am: 88)

Di mana yang disebut kegelapan wahai penunjuk jalan,

Di mana cahaya Allah itu ada di dalam kalbuku

Dan inilah yang aku lihat

Jalan yang dimaksud ada dua : yang inderawi dan yang maknawi. Yang maknawi adalah jalan hidayah dan iman. Sedangkan yang inderawi adalah jalan yang diatas kebatilan. Jalan keimanan adalah jalan yang ada di dunia fana yang memiliki cakar-cakar pencengkram berupa syahwat, sedangkan jalan ukhrawi yang berada di atas kebatilan ‘memiliki duri-duri yang sangat tajam. Maka barangsiapa mampu melampui jalan ini dengan keimanannya dia akan mampu melampui jalan ukhrawi itu sesuai dengan keyakinannya. Dan jika seorang hamba berhasil mendapatkan hidayah jalan yang lurus ini maka akan lenyap semua kesusahan, kegundahan dan duka citanya.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: