GrandMa, You Rise Me Up.

Usiaku saat itu masih sembilan tahun, ketika Ibu kami tercinta pergi meninggalkan kami selama-lamanya setelah melahirkan adikku tersayang. Sebuah awal kehidupan yang sangat berat untuk kami jalani tanpa seorang ibu disisi, apalagi buat ayah yang harus berjuang menghidupi kami berempat, sekaligus menjalankan peran seorang ibu bagi kami.

Namun, semua beban berat itu sirna sudah karena tulusnya kasih sayang yang diberikan nenek untuk merawat kami. Kehadirannya membuat kami seolah-olah ibu masih berada dirumah. Saarapan pagi selalu tersedia, saat kami akan berangkat ke sekolah, aku masih ingat betul rasa sayur telur dan tempe atau sayur nangka yang paling sering nenek hidangkan.

Bila musim hujan tiba, kami tak pernah yang namanya kehabisan pakian kering karena kehujanan, neneklah yang selalu mengangkat pakian dijemuran saat hujan turun. Ketika masuk bulan ramadhan-pun, hampir tidak pernah kami bangun kesiangan untuk makan sahur, walaupun aku paling sering dibuat kaget dengan cara nenek membangunkan kami melalui ventilasi kecil di jendela.

Bahkan ketika kami sudah mulai dewasa-pun, nenek terus memberikan kasih sayang tulusnya kepada kami. Sampai saat ini-pun setiap kali aku minum kopi, dan memandangi gelas-gelas kopi ini. Saat masih kuliah, neneklah yang selalu mengambil gelas-gelas kopi tersebut dan mencucikannya untukku.

Tahun lalu terakhir aku bertemu dengan nenek, walaupun beliau sudah terkulai lemah diatas tempat tidurnya, akan tetapi kasih sayang dan perhatian nenek kepada kami masih seperti dulu yang tak pernah ada padamnya. Nenek sempat memberikan bacaan doa shalawat nariyah dan sambil berpesan kepadaku, “Semoga yang kau cita-citakan dapat tercapai nak, jalani hidupmu dengan baik dan benar, dan jangan pernah kau tinggalkan ibadahmu”.

Dan dosalah cucumu ini yang tak dapat menemani nenek di saat-saat terakhir, bahkan sampai bacaan-bacaan tahlil sudah hampir selesai dibacakan oleh orang-orang. Cucumu ini belum juga mengunjungi kuburmu. Maafklanlah cucumu ini.

Selamat jalan nek, salam buat kakek dan ibu disana. Semua nasehat dan pepatah nenek akan terus hidup bersama kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: