Sebuah Catatan Kehidupan (25 Tahun)

Semakin panjang usia kita, semakin panjang pula catatan pengalaman hidup kita. Bagi mereka yang mau memetik pelajaran dari pengalamannya, maka pengalaman jadi kekayaan yang unik baginya. Usia membawanya pada kebajikan. Sedangkan bagi mereka yang acuh pengalaman tak lebih dari goresan di atas pasir pantai. Usia tak menjamin apa-apa selain ketuaan baginya.

Meskipun aku berbeda pendapat bila ada yang mengatakan tentang sebuah pepatah “Menjadi Dewasa adalah pilihan sedangkan tua adalah kepastian”, dan bila ada yang menanyakan apakah engkau telah dapat berfikir secara dewasa kepadaku? Aku hanya akan menjawabnya dengan, “ku hanya ingin bersikap bijak menghadapi kehidupan ini”. Dan bila ada lagi yang bertanya padaku atas sebuah proses dan hasil apa yang telah kucapai dalam kehidupanku selama 25 tahun ini? Aku akan menjawabnya, “bagiku proses dan hasil bukanlah hal yang penting untuk dipertanyakan, yang terpenting adalah pembelajarannya”. Karena sebuah proses tanpa hasil tidak akan memberikan kita apa-apa, dan sebuah hasil tanpa proses-pun tidak akan ada artinya, sedangkan sebuah proses disertai hasil tanpa sebuah pembelajaran adakah nilainya bagi kehidupan ini? Karena sudah seharusnya proses dan hasil itu terus berjalan secara berkelanjutan hingga sampai pada suatu tujuan mulia akan nilai-nilai kemanusiaan.

Meski kita sama-sama dinaungi oleh langit yang sama, meski kita sama-sama diterangi oleh cahaya matahari yang sama, meski kita sama-sama digelapi oleh malam yang sama, namun kita tak pernah sama dalam mencercap semua itu. Kita melihat cakrawala dari ketinggian yang berbeda. Kita melangkah di jalan setapak dengan bobot yang berbeda.

Kita mengisi ruang dan waktu ini dengan besar tubuh yang berbeda pula. Maka meski kita lahir di bumi yang satu, namun kita hidup di dunia yang berbeda-beda. Kita mempunya sidik dunia pikiran yang tak sama bagi setiap orang. Keunikan itu takkan berarti bila tak menjadi kekayaan bagi kita. Dan kekayaan itu tak banyak bermakna bila tak membuat diri kita semakin bijak bestari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: