EXTREME TOYOTA

Sama halnya dengan PT Sinar Sosro ketika pertama kali memumlai usahanya. Hampir enam puluh tahun lalu, ketika pertama kali Toyota Motor Corporation terjun ke kolam besar pasar otomotif AS dengan sebuah mobil kecil yang dipandang sebelah mata. Bahkan ironisnya Toyota dalam industry global dipandang sebagai kisah miskin menjadi kaya. Karena pada 1950, perselisihan pekerja telah memaksa penutupan pabrik Toyota selama dua bulan, dan hampir menyebabkan kebangkrutan. Bahkan, sebagai satu persyaratan untuk pendanaan ulang pinjaman, Toyota harus memecat seperempat tenaga kerjanya. Sementara presiden dan pendiri perusahaan, Kiichiro Toyoda, memutuskan mengundurkan diri.
Pada 1957, dengan Toyopet Crown, Toyota memulai ekspor pertamanya ke AS, tapi Toyopet Crown tidak diterima dengan baik, bahkan inventaris yang tidak terjual ditarik kembali. Toyota terus mencoba mencari permasalahannya dan memperbaikinya melalui praktik perbaikan berkelanjutan (Kaizen). Yang akhirnya mereka dapat memproduksi Corona yang lebih masuk akal pada 1965, lalu diikiuti oleh Corolla, Camry, Lexus, dan Tundra.
Setelah lima puluh tahun berselang, mobil-mobil made in Toyota menjadi mobil yang lazim ditemui dirumah-rumah warga AS. Dan kini Toyota-pun keluar sebagai pemenang dalam persaingan pasar otomotif di AS, bahkan telah menjadi perusahaan yang menakjubkan berdasarkan semua ukuran konvensional. Pada tahun 2007 Toyota mampu menjual 9,37 juta mobil dan truk, sedangkan pertumbuhan rata-rata adalah sebesar 11% pertahun. Wajarlah bila angka-angka tersebut membuat General Motor sebagai produsen mobil terbesar dunia merasa khawatir.
Toyota kini diakui sebagai paradigma kinerja yang superior di antara perusahaan manufaktur yang dijalankan dengan cara terbaik dan paling sukses di dunia. Sementara bagi para pengamat industry, keberhasilan Toyota sulit dipahami. Karena perusahaan itu bergerak bertahap dengan ledakan kemajuan dalam sejumlah lompatan besar. Hal tersebutlah yang membuat Toyota dikenal ekstrem dalam pembangunan bisnis dan industrinya, karena, Toyota dapat berhemat dalam sumberdaya, tetapi mengeluarkan dana besar untuk manusia dan proyek. Perusahaan beroperasi dengan efisien berkat sejumlah praktik produksi efektif biaya seperti Toyota Pdoduction System – tetapi berkelimpahan dalam manajemen SDM. Toyota membentuk sebuah lingkungan stabilitas dan paranoia dalam waktu yang bersamaan. Perusahaan tersebut bersifat hirarkis dan birokratis, tetapi mendorong adanya perbedaan pendapat. Perusahaan itu juga menuntut komunikasi yang sederhana seraya membangun jaringan komunikasi yang kompleks dan berlapis-lapis.
Dan, apa yang membedakan Toyota dengan para pesaingnya adalah arti pekerja pabrik bagi Toyota. Mereka lebih dari sekedar sepasang tangan di lini perakitan. Setiap orang adalah pekerja pengetahuan yang mengumpulkan pengetahuan baru melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan pekerja lainnya. Apa yang diinginkan Toyota adalah suatu model manajemen baru yang sesuai untuk produksi industry di era pengetahuan, di mana pertumbuhan tidak hanya bergantung pada efisiensi operasional, tetapi juga pada kemampuan manusia dan organisasi. Model Toyota ini mewakili pendekatan yang lebih manusiawi bagi produksi industry karena perusahaan menempatkan manusia, bukan mesin, pada inti dari segalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: