Anda Pasti Bisa Bila Anda Berfikir Bahwa Anda Bisa

Kalau ada buku yang bisa membuat saya menjadi sangat percaya diri dan termotivasi untuk bergerak dan meraih impian saya, buku inilah yang saya maksud. Cara bertutur dari buku ini jauh dari kesan menggurui. Cerita tentang pengalaman penulis dan orang-orang yang telah ‘tersentuh’ oleh pandangan dan motivasi yang disampaikan secara persuasif oleh penulis menjadi daya tarik buku ini.Walaupun buku ini ditulis oleh seorang pendeta, namun pesan moral di dalamnya berlaku universal untuk semua manusia, pemeluk agama manapun.

Buku ini mengajarkan kita bahwa di setiap bagian diri kita, ada satu kekuatan yang apabila kita dapat melatihnya, maka segala rintangan yang kita hadapi, akan dapat kita atasi. Disiplin diri untuk selalu berfikir positif dan tidak cepat menyerah adalah suatu hal yang dapat membuat sesuatu yang sebelumnya kita anggap tidak mungkin menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.

Seseorang yang selama ini berfikir bahwa ia tidak sanggup melakukan sesuatu yang menurutnya hebat, suatu saat dapat berbalik menjadi seseorang yang dengan mudahnya menciptakan sesuatu yang spektakuler, yang selama ini ia ataupun orang lain tidak pernah membayangkannya. Hal itu dapat terjadi hanya dengan mengubah cara berfikirnya. Seseorang sebenarnya tidak pernah menjadi orang ‘biasa saja’ dengan otak/fikiran kelas dua. Itu hanya karena dia berfikir bahwa dirinya ‘hanya’ seperti itu. Sebenarnya dalam dirinya, terkubur kepribadian sejatinya, yaitu seorang yang luar biasa dengan fikiran kelas satu, dan hanya dengan disiplin diri yang kuat, kepribadian itu dapat dimunculkan.

Saat seseorang sadar akan potensi dirinya, ia akan sadar bahwa ia tidak akan dapat terkalahkan hanya karena ia pernah memiliki perasaan inferior. Buku ini mengajarkan kita agar jangan pernah percaya bahwa ada hal-hal yang tidak dapat kita kerjakan. Banyak hal-hal besar di dunia ini dicapai oleh orang-orang yang tidak tahu apa yang tidak dapat mereka kerjakan. Jadi mereka terus mengerjakannya sampai akhirnya hal tersulitpun dapat mereka atasi. Banyak orang (mungkin sayapun termasuk di dalamnya) yang senang memainkan peran sebagai korban kehidupan, atau korban dari perlakuan orang lain yang menyebabkan dirinya tertimpa kemalangan dan patut dikasihani.

Memang, jika kita menyampaikan kisah kemalangan yang terjadi pada diri kita, kita akan selalu menjadi pusat perhatian dan orang akan cenderung berlaku ‘istimewa’ terhadap kita. Apabila kita terlalu lama memainkan peran ini, mengharap orang lain melihat kita sebagai ‘orang baik’ yang dizhalimi, hal ini akan melumpuhkan diri kita dan kemampuan kita untuk menjadi diri kita yang sebenarnya. Semua orang pernah berbuat kesalahan atau tertimpa musibah.

Tapi bila kita selalu mengungkit kesalahan/musibah itu, mengeluhkan ini, menyesali itu, kita tidak akan bisa belajar dari kesalahan tadi. Tidak akan dapat keluar dari masa lalu. Tidak akan dapat melihat masa depan. Buku ini mengajarkan kita untuk menjalani hidup ini seperti seorang artis/pemain teater atau opera broadway yang melakukan pertunjukan ‘live’, yang ditonton oleh sekian banyak orang. Kerjakanlah yang terbaik yang kita bisa pada saat kita berakting. Tapi setelah selesai, lupakanlah semuanya. Tidak perlu berfikir “kenapa saya tadi tidak melakukan hal begini, atau begitu?” atau “seharusnya tadi saya bisa lebih ini, lebih itu”. Lupakanlah. Mengapa? Karena ribuan penonton itupun melakukan hal yang sama. Mengapa kita tidak? Kita tidak perlu memandang sesuatu hal ‘terlalu penting’ atau ‘terlalu besar’ sehingga dapat menghancurkan hidup kita.

Tantanglah diri kita untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita capai. Menjadi manusia yang lebih besar daripada yang kita rasakan selama ini. Tantanglah diri kita untuk berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan kita. Kita pasti bisa kalau kita berfikir bahwa kita bisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: